Jumat, 30 September 2011

“Malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia”

“ Kata Filipus kepadanya: "Mari dan lihatlah!" Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: "Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!" Kata Natanael kepada-Nya: "Bagaimana Engkau mengenal aku?" Jawab Yesus kepadanya: "Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara." Kata Natanael kepada-Nya: "Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!" Yesus menjawab, kata-Nya: "Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu." Lalu kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia." (Yoh 1:47-51), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.
Berrefleksi atas bacaan-bacaan dalam rangka mengenangkan Pesta St.Gabriel, Mikael dan Rafael, Malaikat Agung , hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
·   Allah menganugerahi setiap manusia malaikat, yang disebut malaikat pelindung, yang bertugas mendampingi hidup manusia di dunia ini. Pendampingannya dapat berupa nasihat, peringatan, dukungan, informasi gembira dst…demi keselamatan dan kebahagiaan manusia, terutama kebahagiaan atau keselamatan jiwanya. Malaikat pelindung menjadi kepanjangan para malaikat agung, Gabriel, Mikael dan Rafael, yang bertugas menyampaikan warta gembira, membantu manusia dalam perang melawan setan dan menemani manusia dalam hidup, panggilan dan tugas pengutusannya. Maka dengan ini kami mengingatkan dan mengajak segenap umat beriman dan beragama untuk mengimani dan menghayati pendampingan malaikat pelindung bagi kita masing-masing. Ketika ada warta gembira dan menyelamatkan marilah kita sebarluaskan kepada saudara-saudari kita, ketika menghadapi godaan atau rayuan setan marilah kita lawan bersama malaikat pelindung kita, dan ketika sedang melaksanakan tugas, kewajiban dan perutusan marilah kita bekerja bersama malaikat pelindung. Hendaknya kita tidak takut dan gentar dalam hidup ini, meskipun harus menghadapi aneka tantangan, hambatan dan masalah, karena malaikat Allah ‘turun naik kepada kepala kita masing-masing’, sehingga kita senantiasa berpikir  sesuai dengan kehendak Allah. Marilah kita ingat dan sadari bahwa apa yang akan kita lakukan sangat tergantung dari apa yang sedang kita pikirkan, maka semoga pikiran kita senantiasa meneladan apa yang dipikirkan oleh Allah, yaitu keselamatan dan kebahagiaan umat manusia di dunia ini, sehingga apapun yang kita lakukan menyelamatkan dan membahagiakan diri kita sendiri maupun saudara-saudari kita, terutama keselamatan dan kebahagiaan jiwa. Kita juga dipanggil untuk jujur terhadap diri sendiri dan tiada kepalsuan sedikitpun dalam diri kita.
·    "Sekarang telah tiba  keselamatan dan kuasa  dan pemerintahan Allah kita,  dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya,  karena telah dilemparkan ke bawah  pendakwa saudara-saudara kita,  yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita. Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba,  dan oleh perkataan kesaksian mereka.  Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut.” (Why 12:10-11).  “Keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah” telah tiba dalam diri kita dan kebersamaan hidup kita sebagai umat beriman. Sebagai umat beriman kita dikuasai dan diperintah oleh Allah, dan karena Allah adalah maha segalanya maka mau tak mau kita harus hidup dan bertindak sesuai dengan perintahNya. Semua perintah Allah kiranya dapat dipadatkan ke dalam perintah untuk saling mengasihi satu sama lain dalam hidup sehari-hari dimanapun dan kapanpun. “ Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.” (1Kor 13:4-7), demikian ajaran Paulus perihal kasih. Yang baik kita renungkan dan hayati pada masa kini hemat saya adalah “tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain”, mengingat dan memperhatikan masih banyak orang suka menyimpan kesalahan orang lain, yang menjadi sumber kemarahan, yang kemudian berkembang menjadi permusuhan dan perpecahan, sehingga hidup bersama tidak harmonis sebagaimana didambakan atau dirindukan oleh banyak orang. Hemat saya menyimpan kesalahan orang lain dan marah merupakan bentuk pelanggaran harkat martabat manusia, yang diciptakan sesuai dengan gambar atau citra Allah. Kami berharap saling mengasihi dan mengampuni dididikkan dan dibiasakan pada anak-anak di dalam keluarga oleh orangtua, entah dengan nasihat, saran maupun teladan.
“Sementara aku terus melihat, takhta-takhta diletakkan, lalu duduklah Yang Lanjut Usianya; pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba; kursi-Nya dari nyala api dengan roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar; suatu sungai api timbul dan mengalir dari hadapan-Nya; seribu kali beribu-ribu melayani Dia, dan selaksa kali berlaksa-laksa berdiri di hadapan-Nya. Lalu duduklah Majelis Pengadilan dan dibukalah Kitab-kitab” (Dan 7:9-10)
Ign 29 September 2011
*) Sumber Millis KD google group

Senin, 26 September 2011

“Apakah Engkau mau supaya kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?"

(Za 8:20-23; Luk 51-56)
Ketika hampir genap waktunya Yesus diangkat ke sorga, Ia mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem, dan Ia mengirim beberapa utusan mendahului Dia. Mereka itu pergi, lalu masuk ke suatu desa orang Samaria untuk mempersiapkan segala sesuatu bagi-Nya. Tetapi orang-orang Samaria itu tidak mau menerima Dia, karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem. Ketika dua murid-Nya, yaitu Yakobus dan Yohanes, melihat hal itu, mereka berkata: "Tuhan, apakah Engkau mau, supaya kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?" Akan tetapi Ia berpaling dan menegor mereka. Lalu mereka pergi ke desa yang lain.” (Luk 9:51-56), demikian kutipan Warta Gembira hari ini
Beerrefleksi atas bacaan-bacaan serta mengenangkan pesta St.Vinsensius de Paul, imam, hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
·   Setia pada hidup beriman atau beragama tidak akan terlepas dari aneka tantangan, hambatan atau masalah, entah itu bersifat vocal atau phisik. Dalam warta gembira hari ini dikisahkan bahwa Yesus mengarahkan pandanganNya serta murid-muridNya ke Yerusalem, yang berarti harus melewati daerah orang-orang Samaria yang memusuhiNya, dengan kata lain harus berhadapan dengan orang-orang yang akan mempersulit atau menghambat perjalananNya. Menuju ke Yerusalem berarti memenuhi kewajiban, tugas atau perutusan dengan paripurna. Kita semua kiranya mendambakan pemenuhan penghayatan iman kita atau dambaan, kerinduan dan cita-cita yang baik. Ada godaan ketika sedang berusaha mewujudkannya menghadapi orang-orang yang mempersulit atau menghambat maka kita akan berdoa “Tuhan, apakah Engkau mau, supaya kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?” . Tantangan, hambatan atau masalah yang muncul dari kesetiaan dan ketaatan pada iman, panggilan dan tugas pengutusan merupakan wahana atau jalan menuju kesempurnaan hidup beriman, terpanggil atau terutus, maka hendaknya dihadapi dengan rendah hati serta bantuan rahmat Tuhan. Bersama dan bersatu dengan Tuhan kita pasti akan mampu menghadapi dan mengatasi aneka tantangan, hambatan dan masalah tersebut. St.Vinsensius de Paul yang kita kenangkan hari ini kiranya dapat menjadi teladan dalam menghadapi tantangan, masalah dan hambatan, terutama dalam pelaksanaan tugas pengutusan untuk memperhatikan dan melayani mereka yang miskin dan berkekurangan. Entah mereka miskin dan berkeurangan secara phisik, social, psikis, emosional, intelektual maupun spiritual, marilah kita perhatikan.   
·   “Beginilah firman TUHAN semesta alam: "Masih akan datang lagi bangsa-bangsa dan penduduk banyak kota. Dan penduduk kota yang satu akan pergi kepada penduduk kota yang lain, mengatakan: Marilah kita pergi untuk melunakkan hati TUHAN dan mencari TUHAN semesta alam! Kami pun akan pergi!” (Za 8:20-21). “Mencari Tuhan semesta alam”, itulah kiranya dambaan atau kerinduan semua umat beriman atau beragama yang baik dan benar. Tuhan hadir dan berkarya terus menerus dalam seluruh ciptaanNya, terutama dalam diri manusia yang diciptakan sesuai dengan gambar atau citraNya, dan karyaNya dalam diri manusia antara lain dapat menjadi nyata dalam kehendak baik. Saya percaya bahwa orang yang berkehendak baik lebih banyak daripada yang berkehendak jahat atau tidak baik, dan yang berkehendak tidak baik hanya sedikit atau segelintir saja. Maka marilah kita cari Tuhan dalam diri sesama kita yang berkehendak baik, dengan kata lain marilah kita saling membagikan kehendak baik kita untuk disinerjikan dalam rangka menghadapi aneka tantangan, hambatan dan masalah. Marilah kita bergotong-royong, saling menolong dan mendukung dalam penghayatan iman serta pencarian Tuhan. “Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”, demikian kata sebuah pepatah. Kita sama-sama beriman dan beragama alias percaya kepada Tuhan, sama-sama ber-Tuhan, maka marilah kita perdalam dan teguhkan kebersamaan kita sehingga terjadilah kesatuan hidup yang handal, mempesona dan menarik. Kita hayati apa yang sama di antara kita sehingga apa yang berbeda akan fungsional untuk memperdalam dan memperkembangkan persatuan. Para suami-isteri, laki-laki dan perempuan, yang berbeda satu sama lain kiranya memiliki pengalaman bahwa perbedaan tidak menjadi hambatan untuk bersahabat dan bersatu, maka kami berharap pengalaman tersebut diperdalam dan disebarluaskan dalam kehidupan bersama, dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, beriman dan beragama. Tuhan kita adalah Tuhan semesta alam, maka selayaknya kita berusaha agar semua yang ada di alam raya ini bersatu dan bersahabat satu sama lain, terutama manusia, ciptaan terluhur dan termulia di alam raya ini.
“Di gunung-gunung yang kudus ada kota yang dibangunkan-Nya: TUHAN lebih mencintai pintu-pintu gerbang Sion dari pada segala tempat kediaman Yakub. Hal-hal yang mulia dikatakan tentang engkau, ya kota Allah.” (Mzm 87:1-3)
Ign 27 September 2011
*) Sumber Millis KD

Jumat, 23 September 2011

Thinking of you




  
Description: cid:1.2930567157@web82405.mail.mud.yahoo.com
_______________________________

HAD A FRIEND VISIT THIS MORNING.

HE ARRIVED EARLY, SAT DOWN WITH ME AND

CHATTED FOR A WHILE ABOUT HOW THINGS

WERE CURRENTLY GOING FOR ME IN MY LIFE.

AFTER VERY CAREFULLY AND COMPASSIONATELY

LISTENING TO ALL THAT I HAD TO SAY, HE STOOD UP, WALKED OVER TO ME, LEANED OVER AND GENTLY HELD ME FOR AWHILE.

THEN, AFTER REASSURING ME NOT TO WORRY,

THAT EVERYTHING WOULD WORK OUT FOR ME

AND BE JUST FINE, HE ASKED ME IF I KNEW OF

ANYONE ELSE THAT COULD USE A VISIT FROM HIM.

I IMMEDIATELY THOUGHT OF YOU MY FRIEND.

I GAVE HIM YOUR NAME AND HE KNEW WHERE

YOU LIVED. HE GAVE ME ANOTHER REASSURING

HUG, THANKED ME AND I WALKED WITH HIM TO
MY FRONT DOOR. HE TOLD ME THAT HE WAS ON HIS WAY TO YOUR PLACE.
Description: cid:3DD3ED61948A40739355793092B95E99@jscheelsPC
When He gets to your PC, escort Him to the next stop. Please don't allow Him to sleep on your PC.. The message He is carrying is very important.

I asked him to bless you and yours with peace, happiness and abundance.

Say a prayer and then pass Him on to bless others as I sent him on to bless you.
Our assignment is to spread love, respect and kindness throughout the world.

Have a blessed day and touch somebody's life today as hopefully I have touched your life.


He's walking around the world via e-mail!!

Please pass it on so He can get there....


When you forward this on, please list where he departed from in the subject box as I did
Description: cid:3.2930567157@web82405.mail.mud.yahoo.com
 Sumber: Millis KD